Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 04 Maret 2017
Foto Anak Sujud Di Kaki Ayahnya Yang Bertangan Satu Ini Bikin Haru
Setiap orang tua pasti ingin menyekolahkan anaknya setinggi mungkin agar nasib hidupnya lebih baik lagi.
Tak peduli seperti apa kondisi fisik dan keadaan ekonominya, sosok orang tua akan bekerja keras demi mendapatkan biaya untuk menyekolahkan anaknya.
Jadi sudah sepatutnya kita menunjukkan rasa terima kasih kepada orang tua atas jasa yang mereka berikan selama ini.
Seperti yang dilakukan pemuda yang baru lulus kuliah ini yang sujud di kaki ayahnya yang bertangan satu untuk menunjukan rasa terimakasih karena telah membiayai pendidikannya sampai lulus.
Dalam sebuah foto yang diunggah ke media sosial, ayah pemuda itu terlihat tidak memiliki satu tangan, sementara anaknya dengan seragam kelulusan terlihat bersujud. Sontak saja foto ini membuat banyak netizen terharu.
Ayah pemuda itu dikabarkan sangat miskin, ia hanya bekerja serabutan sebagai tukang kayu.
Meskipun demikian, ia tetap bekerja keras demi menyekolahkan anaknya meski hanya menggunakan satu tangannya.
Karena kerja keras ayahnya itu, sang anak rela bersujud di kaki ayahnya setelah lulus kuliah sebagai bentuk rasa terima kasih.
Wah hebat yah ayah pemuda itu. Ayah kalian juga sama hebat kok, jangan lupakan jasa mereka!
Sumber
Jumat, 03 Maret 2017
Kisah Seekor Induk Rusa "Arti Sesungguhnya dari Menepati Sebuah Janji
Seekor induk rusa ketika kedua anaknya sudah mulai bisa belajar berjalan, pada pagi buta ketika kedua anaknya masih tidur, induk rusa keluar pergi mencari makanan, dia bermaksud setelah pulang dari mencari makanan akan mengajar anak-anaknya mencari makan serta menjaga diri menghindari dari bahaya.

Setelah mendapat makanan rumput hijau yang segar, saat perjalanan pulang dia terjebak dalam perangkap yang dibuat oleh pemburu. Induk rusa itu sambil menangis memikirkan kedua anaknya.. Pemburu akhirnya tiba, induk rusa berlutut memohon kepada pemburu membiarkannya pulang ke rumah memberi makan serta mengajari anaknya mencari makan, dia berjanji keesokkan harinya akan kembali ke sini menyerahkan dirinya kepada sang pemburu.
Pemburu melihat rusa ini dapat berbicara, di dalam hatinya sangat terkejut dan gembira, dia memutuskan akan mempersembahkan rusa ajaib ini kepada raja, supaya dia menjadi terkenal dan mendapat hadiah dari raja. Tetapi setelah berpikir sejenak, dia berubah pikiran, melepaskan induk rusa pulang.
Induk rusa bergegas berlari pulang, suasana hatinya sangat sedih memikirkan kedua anaknya, setelah sampai dirumah dia berkata kepada kedua anaknya, “Anak ku, mama akan menceritakan sebuah kebenaran dan ketidak kekalan di dunia ini kepada kalian, jika kalian sudah memahami kebenaran ini, maka kelak jika kalian menghadapi masalah apa pun.”
“Kalian nantinya tidak akan terlalu sedih lagi. Kalian harus ingat hidup ini sangat singkat, segalanya akan berubah tidak pernah abadi, nilai dari keluarga, kasih sayang semuanya tidak abadi….,” ujar induk rusa itu.
Anak-anaknya sambil menangis bertanya, “Lalu kenapa mama masih harus menepati janji kepada orang jahat tersebut?.” Induk rusa berkata, “Tanpa Iman, dunia akan hancur, tidak ada kejujuran dunia akan runtuh, demi kelangsungan dan harapan dunia, saya rela berkorban, dari pada menipu orang lain. Mama rela mati demi integritas, dari pada menipu untuk hidup.”
Setelah selesai berkata sambil menahan tangisannya induk rusa berlari keluar, anak-anak rusa mengejar dengan sekuat tenaga. Pemburu melihat induk rusa memenuhi janjinya datang kembali, menjadi sangat terharu dengan tangan merangkap di depan dada dan berlutut dia berkata kepada induk rusa, “Engkau bukan seekor rusa biasa, engkau pasti jelmaan manusia berbudi luhur.”
“Budi pekertimu membuat orang sangat terharu, kejujuran dan imanmu membuat saya sangat malu. Silahkan engkau kembali, saya tidak akan menyakiti Anda lagi, bahkan mulai saat ini saya tidak akan menyakiti seekor binatang pun,” kata si pemburu itu.
Pelajaran yang bisa kita petik dari cerita diatas adalah: Sifat yang selalu menjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran dari induk rusa ini akhirnya membangkitkan niat baik serta membangkitkan watak dasar dan sisi baik dari pemburu tersebut.
Semoga saja cerita di atas bisa membangunkan hati kita kepada kebenaran yang harusnya bisa ditegakkan bukannya malah menutup mata dan telinga ketika mengetahui dan melakukan hal-hal yang buruk. Ceritakan kisah ini kepada adik-adik atau anak-anak kita agar mereka nantinya juga akan menjadi pribadi yang selalu berkata jujur, menepati janji, dan selalu menjunjung nilai-nilai kebenaran dan kebaikan.
Sumber : cerminan

Setelah mendapat makanan rumput hijau yang segar, saat perjalanan pulang dia terjebak dalam perangkap yang dibuat oleh pemburu. Induk rusa itu sambil menangis memikirkan kedua anaknya.. Pemburu akhirnya tiba, induk rusa berlutut memohon kepada pemburu membiarkannya pulang ke rumah memberi makan serta mengajari anaknya mencari makan, dia berjanji keesokkan harinya akan kembali ke sini menyerahkan dirinya kepada sang pemburu.
Pemburu melihat rusa ini dapat berbicara, di dalam hatinya sangat terkejut dan gembira, dia memutuskan akan mempersembahkan rusa ajaib ini kepada raja, supaya dia menjadi terkenal dan mendapat hadiah dari raja. Tetapi setelah berpikir sejenak, dia berubah pikiran, melepaskan induk rusa pulang.
Induk rusa bergegas berlari pulang, suasana hatinya sangat sedih memikirkan kedua anaknya, setelah sampai dirumah dia berkata kepada kedua anaknya, “Anak ku, mama akan menceritakan sebuah kebenaran dan ketidak kekalan di dunia ini kepada kalian, jika kalian sudah memahami kebenaran ini, maka kelak jika kalian menghadapi masalah apa pun.”
“Kalian nantinya tidak akan terlalu sedih lagi. Kalian harus ingat hidup ini sangat singkat, segalanya akan berubah tidak pernah abadi, nilai dari keluarga, kasih sayang semuanya tidak abadi….,” ujar induk rusa itu.
Anak-anaknya sambil menangis bertanya, “Lalu kenapa mama masih harus menepati janji kepada orang jahat tersebut?.” Induk rusa berkata, “Tanpa Iman, dunia akan hancur, tidak ada kejujuran dunia akan runtuh, demi kelangsungan dan harapan dunia, saya rela berkorban, dari pada menipu orang lain. Mama rela mati demi integritas, dari pada menipu untuk hidup.”
Setelah selesai berkata sambil menahan tangisannya induk rusa berlari keluar, anak-anak rusa mengejar dengan sekuat tenaga. Pemburu melihat induk rusa memenuhi janjinya datang kembali, menjadi sangat terharu dengan tangan merangkap di depan dada dan berlutut dia berkata kepada induk rusa, “Engkau bukan seekor rusa biasa, engkau pasti jelmaan manusia berbudi luhur.”
“Budi pekertimu membuat orang sangat terharu, kejujuran dan imanmu membuat saya sangat malu. Silahkan engkau kembali, saya tidak akan menyakiti Anda lagi, bahkan mulai saat ini saya tidak akan menyakiti seekor binatang pun,” kata si pemburu itu.
Pelajaran yang bisa kita petik dari cerita diatas adalah: Sifat yang selalu menjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran dari induk rusa ini akhirnya membangkitkan niat baik serta membangkitkan watak dasar dan sisi baik dari pemburu tersebut.
Semoga saja cerita di atas bisa membangunkan hati kita kepada kebenaran yang harusnya bisa ditegakkan bukannya malah menutup mata dan telinga ketika mengetahui dan melakukan hal-hal yang buruk. Ceritakan kisah ini kepada adik-adik atau anak-anak kita agar mereka nantinya juga akan menjadi pribadi yang selalu berkata jujur, menepati janji, dan selalu menjunjung nilai-nilai kebenaran dan kebaikan.
Sumber : cerminan
Langganan:
Postingan (Atom)
