Ternyata Sudah Ditakdirkan Melahirkan Anak Laki-laki atau Perempuan Saat Hamil, Tingkat Akurasi 95,98%
Berikut di bawah ini adalah tabel tentang berapa usia si wanita hamil yang bersangkutan dan bulan berapa hamilnya yang akan menentukan melahirkan anak laki-laki atau perempuan.
Mari simak bersama, jika memang sekiranya berkesan sebaiknya disimpan sendiri. Penulis adalah orang tua dari tiga anak yang secara akurat telah membuktikannya! Sepertinya memang harus dipercaya. Berikut tabelnya.
Usia 18 tahun: Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak perempuan, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak laki-laki, Mei anak laki-laki, Juni anak laki-laki, Juli anak laki-laki, Agustus anak laki-laki, September anak laki-laki, Oktober anak laki-laki, November anak laki-laki, Desember anak laki-laki.
Usia 19 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak laki-laki, April anak perempuan, Mei anak perempuan, Juni anak laki-laki, Juli anak laki-laki, Agustus anak perempuan, September anak perempuan, Oktober anak perempuan, November anak laki-laki, Desember anak laki-laki.
Usia 20 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak perempuan, Februari anak laki-laki, Maret anka perempuan, April anak laki-laki, Mei anak laki-laki, Juni anak laki-laki, Juli anak laki-laki, Agustus anak laki-laki, September anak laki-laki, Oktober anak perempuan, November anak laki-laki, Desember anak laki-laki.
Usia 21 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirka anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak perempuan, April anak perempuan, Mei anak perempuan, Juni anak perempuan, Juli anak perempuan, Agustus, anak perempuan, September anak perempuan, Oktober anak perempuan, November anak perempuan, Desember anak perempuan.
Usia 22 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak perempuan, Februari anak laki-laki, Maret anak laki-laki, April anak perempuan, Mei anak laki-laki, Juni anak perempuan, Juli anak perempuan, Agustus anak laki-laki, September anak perempuan, Oktober anak perempuan, November anak perempuan, Desember anak perempuan.
Usia 23 tahun : Hamil pada bulan Janurai akan melahirkan laki-laki, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak laki-laki, Mei anak laki-laki, Juni anak perempuan, Juli anak laki-laki, Agustus anak perempuan, September anak laki-laki, Oktober anak laki-laki, November anak laki-laki, Desember anak perempuan.
Usia 24 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak laki-laki, April anak laki-laki, Mei anak perempuan, Juni anak laki-laki, Juli anak laki-laki, Agustus anak perempuan, September anak perempuan, Oktober anak perempuan, November anak perempuan, Desember anak 12 perempuan.
Usia 25 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak perempuan, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak perempuan, Mei anak laki-laki, Juni anak perempuan, Juli anak laki-laki, Agustus anak laki-laki, September anak laki-laki, Oktober anak laki-laki, November anak laki-laki, Desember anak laki-laki.
Usia 26 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak laki-laki, April anak perempuan, Mei anak perempuan, Juni anak laki-laki, Juli anak perempuan, Agustus anak laki-laki, September anak perempuan, Oktober anak perempuan, November anak perempuan, Desember anak perempuan.
Usia 27 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak perempuan, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak laki-laki, Mei anak perempuan, Juni anak perempuan, Juli anak laki-laki, Agustus anak laki-laki, September anak laki-laki, Oktober anak perempuan, November anak laki-laki, Desember anak laki-laki.
Usia 28 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak laki-laki, April anak perempuan, Mei anak perempuan, Juni anak perempuan, Juli anak laki-laki, Agustus anak laki-laki, September anak laki-laki, Oktober anak laki-laki, November anak perempuan, Desember anak perempuan.
Usia 29 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak perempuan, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak laki-laki, Mei anak laki-laki, Juni anak laki-laki, Juli anak laki-laki, Agustus anak laki-laki, September anak laki-laki, laki-laki, Oktober anak perempuan, November anak perempuan, Desember anak perempuan.
Usia 30 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak perempuan, April anak perempuan, Mei anak perempua, Juni anak perempuan, Juli anak perempuan, Agustus anak perempuan, September anak perempuan, Oktober anak laki-laki, November anak perempuan, Desember anak laki-laki.
Usia 31 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak laki-laki, April anak perempuan, Mei anak perempuan, Juni anak perempuan, Juli anak perempuan, Agustus anak perempuan, September anak perempuan, Oktober anak perempuan, November anak perempuan, Desember anak perempuan.
Usia 32 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak laki-laki, April anak perempuan, Mei anak perempuan, Juni anak perempuan, Juli anak perempuan, Agustus anak perempuan, September anak perempuan, Oktober anak perempuan, November anak laki-laki, Desember anak laki-laki.
Usia 33 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak perempuan, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak laki-laki, Mei anak perempuan, Juni anak perempuan, Juli anak perempuan, Agustus anak laki-laki, September anak perempuan, Oktober anak perempuan, November anak perempuan, Desember anak laki-laki.
Usia 34 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan ank laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak laki-laki, April anak perempuan, Mei anak perempuan, Juni anak perempuan, Juli anak perempuan, Agustus anak perempuan, September anak perempuan, Oktober anak perempuan, November anak laki-laki, Desember anak laki-laki.
Usia 35 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak laki-laki, Mei anak perempuan, Juni anak perempuan, Juli anak perempuan, Agustus anak laki-laki, September anak perempuan, Oktober anak perempuan, November anak perempuan, Desember anak laki-laki.
Usia 36 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak perempuan, Februari anak laki-laki, Maret anak laki-laki, April anak perempuan, Mei anak laki-laki, Juni anak perempuan, Juli anak perempuan, Agustus anak perempuan, September anak laki-laki, Oktober anak laki-laki, November anak laki-laki, Desember anak perempuan.
Usia 37 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak laki-laki, April anak laki-laki, Mei anak perempuan, Juni anak laki-laki, Juli anak perempuan, Agustus anak laki-laki, September anak perempuan, Oktober anak laki-laki, November anak perempuan, Desember anak laki-laki.
Usia 38 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak perempuan, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak laki-laki, Mei anak laki-laki, Juni anak perempuan, Juli anak laki-laki, Agustus anak perempuan, September anak laki-laki, Oktober anak perempuan, November anak laki-laki, Desember anak laki-laki.
Usia 39 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak laki-laki, April anak laki-laki, Mei anak laki-laki, Juni anak perempuan, Juli anak perempuan, Agustus anak laki-laki, September anak perempuan, Oktober anak laki-laki, November anak perempuan, Desember anak perempuan.
Usia 40 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak perempuan, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak laki-laki, Mei anak perempuan, Juni anak laki-laki, Juli anak laki-laki, Agustus anak perempuan, September anak laki-laki, Oktober anak perempuan, November anak lak-laki, Desember anak laki-laki.
Usia 41 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak laki-laki, April anak perempuan, Mei anak laki-laki, Juni anak perempuan, Juli anak laki-laki, Agustus anak laki-laki, September anak perempuan, Oktober anak laki-laki, November anak perempuan, Desember anak laki-laki.
Usai 42 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak perempuan, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak laki-laki, Mei anak perempuan, Juni anak laki-laki, Juli anak perempuan, Agustus anak laki-laki, September anak laki-laki, Oktober anak perempuan, November anak laki-laki, Desember anak perempuan.
Usia 43 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak laki-laki, April anak perempuan, Mei anak laki-laki, Juni anak perempuan, Juli anak laki-laki, Agustus anak perempuan, September anak laki-laki, Oktober anak laki-laki, November anak laki-laki, Desember anak laki-laki.
Usia 44 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak laki-laki, Mei anak laki-laki, Juni anak laki-laki, Juli anak perempuan, Agustus anak laki-laki, September anak perempuan, Oktober anak perempuan, November anak perempuan, Desember anak perempuan.
Baca sumber
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Senin, 06 Maret 2017
Jumat, 24 Februari 2017
10 Tips agar Anak Aman Saat Banjir Datang Menerjang
Dalam sebuah bencana, yang paling rentan jadi korbannya adalah orang tua dan anak-anak. Save The Children, sebuah lembaga khusus yang memiliki misi untuk menyelamatkan anak-anak marginal, sakit, maupun korban bencana merumuskan 10 tips agar anak aman saat banjir datang.
Berikut ini tips agar anak aman saat banjir:
1. Memberikan informasi
Memberikan pemahaman pada anak caranya agar mereka aman saat banjir datang bukanlah hal yang bisa dilakukan secara instan. harus ada persiapan sebelumnya untuk mendiskusikan tentang banjir ini. Apalagi jika tinggal di wilayah yang rentan terkena banjir.
Sebelum banjir terjadi, orangtua perlu menginformasikan kepada anak tentang segala sesuatu menyangkut banjir. Katakan pada mereka bahwa bencana banjir bisa terjadi di mana saja dan korbannya bisa siapa saja.
Pastikan bahwa saat menjelaskan hal tersebut Anda menggunakan bahasa yang sederhana. Ulang penjelasan mengenai banjir lewat media video YouTube maupun lainnya agar penjelasan Anda benar-benar masuk ke dalam pikirannya.
2. Asuransi
Jika memungkinkan, asuransikan bangunan Anda dari kerusakan akibat bencana banjir. Jika tak bisa, maka daftarkan keluarga Anda di asuransi BPJS.
Memiliki asuransi untuk bangunan maupun kesehatan sangat penting karena kita tak bisa menduga apa yang akan terjadi nantinya saat bencana terjadi. Bisa jadi akan ada anggota keluarga yang jadi korban, terutama jika menderita penyakit tertentu yang diakibatkan oleh banjir.
3. Update informasi
Siapkan alat komunikasi yang bisa dibawa kemanapun saat keadaan darutat. Tak ada salahnya membeli walkie talkie di rumah agar dapat selalu update perkembangan bencana lewat saluran penyelamat banjir.
4. Ikuti saran dari pemerintah setempat dan para relawan banjir
Saat banjir terjadi, pemerintah akan membuat tempat pengungsian untuk warga. Selain itu, akan ada tim evakuasi dari lembaga pemerintah dan berbagai lembaga yang akan menunjukkan kemana dan apa yang harus dilakukan saat hamil.
Minta anak untuk mengerti bagaimana cara mereka bertugas dan harus bersikap bagaimana saat berada di tempat pengungsian lainnya. Jangan sampai, anak ribut minta gadget dan peralatan elektronik lainnya di saat listrik padam.
BACA JUGA : Cara Memblokir Video Porno di Youtube dan Playstore di Gadget Anak
Makanan yang ada di tempat pengungsian pun biasanya juga bukan makanan yang diinginkan oleh anak. Katakan padanya bahwa kondisi tersebut hanya sementara saja sampai banjir kembali surut dan kembali ke rumah masing-masing.
5. Prinsip sederhana air
Ajari anak prinsip sederhana air. Bahwa air akan melintasi daratan yang lebih rendah. Hal tersebut bisa diterapkan saat banjir agar mereka memahami bahwa mereka harus berada di tempat ketinggian agar dapat terhindar dari kejaran air.
6. Hindari air kotor
Katakan pada anak-anak bahwa banjir juga mengandung bakteri, virus, dan berbagai penyakit yang berbahaya di tubuh manusia. Selain itu, menghindari air itu perlu agar tidak terkena setruman listrik dari sumber elektronik di sekitar rumah.
Anda juga bisa melakukan simulasi terlebih dahulu sambil mempelajari ilmu sains bahwa air dapat menghantarkan listrik. Hal ini juga bisa diterapkan dalam kegiatan sehari-hari untuk tidak menyentuh listrik saat tangan sedang basah.
7. Ajari kebersihan
Jika memungkinkan akses pada air bersih, maka ajak anak untuk selalu mencuci tangan terutama sebelum makan. Jangan lupa untuk mandi. Jika hal itu tidak memungkinkan, selalu sediakan cairan antiseptik pembersih tangan padanya.
Meminta anak untuk tidak bermain di air banjir memang sulit. Tapi setidaknya Anda sudah menjelaskan dengan benar dari sisi kesehatan akibat dari genangan banjir yang ada di sekitar mereka. Tak akan ada usaha yang sia-sia kok, Parents.
8. Bersihkan sisa banjir
Saat banjir sudah surut dan keadaan aman, biasanya orang-orang akan kembali ke rumah masing-masing untuk mengecek keadaan. Sebelum anak menjelajahi seluruh isi rumah, cek dulu kondisi listrik dan berbagai peralatan yang lain. Jangan sampai anak justru terluka maupun sakit karena rumah belum cukup aman untuknya.
9. Batasi partisipasi anak untuk bersihkan rumah paska banjir
Sebagai orangtua, tanggung jawab untuk menyediakan rumah aman dan kesehatan anak ada di pundak Anda sepenuhnya. Maka, sebisa mungkin, jangan libatkan anak yang masih kecil dalam kegiatan bersih-bersih rumah.
Rumah yang terkena banjir akan jadi sumber berbagai penyakit. Belum tentu, daya tahan tubuh anak Anda akan sekuat orangtuanya. Sehingga usahakan untuk mengajak anak ke rumah saat keadaan sudah benar-benar bersih.
10. Bersihkan mainan
Ini adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan para orangtua. Anak pasti akan menyentuh mainannya. Sebelum ia memainkan mainan kesayangannya yang terdampak banjir, pastikan bahwa mainan tersebut sudah bersih.
Ingin dibantu saat beres-beres saat banjir memang wajar. Namun, sebagai orangtua, ada baiknya untuk lebih mengutamakan kebersihan dan kesehatan anak.
Jika di televisi banyak anak yang terlihat bermain dengan air banjir dan tampak gembira dengan keadaan tersebut, perlu dipahami bahwa daya tahan tubuh tiap anak akan berbeda satu dengan yang lainnya. Sehingga kondisi yang akan dialami juga pastinya berbeda.
BACA JUGA : iFind Project: Teknologi yang Perlihatkan Gerakan Janin Lebih Detail dari USG [Video]
Anak yang terbiasa dengan banjir akan memiliki resistensi terhadap suasana banjir dibandingkan anak yang belum pernah mengalami hal itu sebelumnya. Apalagi, arus banjir satu tempat dengan tempat lainnya juga berbeda. Tubuh anak yang masih ringan bisa terseret banjir jika ia dibiarkan bermain, ajari anak tentang prinsip sains seputar arus air juga akan berguna untuk keselamatan dirinya.
Semoga tips aman saat banjir ini bermanfaat, tetap aman dan waspada selama banjir ya, Parents.
(theasianparent.com)
Berikut ini tips agar anak aman saat banjir:
1. Memberikan informasi
Memberikan pemahaman pada anak caranya agar mereka aman saat banjir datang bukanlah hal yang bisa dilakukan secara instan. harus ada persiapan sebelumnya untuk mendiskusikan tentang banjir ini. Apalagi jika tinggal di wilayah yang rentan terkena banjir.
Sebelum banjir terjadi, orangtua perlu menginformasikan kepada anak tentang segala sesuatu menyangkut banjir. Katakan pada mereka bahwa bencana banjir bisa terjadi di mana saja dan korbannya bisa siapa saja.
Pastikan bahwa saat menjelaskan hal tersebut Anda menggunakan bahasa yang sederhana. Ulang penjelasan mengenai banjir lewat media video YouTube maupun lainnya agar penjelasan Anda benar-benar masuk ke dalam pikirannya.
2. Asuransi
Jika memungkinkan, asuransikan bangunan Anda dari kerusakan akibat bencana banjir. Jika tak bisa, maka daftarkan keluarga Anda di asuransi BPJS.
Memiliki asuransi untuk bangunan maupun kesehatan sangat penting karena kita tak bisa menduga apa yang akan terjadi nantinya saat bencana terjadi. Bisa jadi akan ada anggota keluarga yang jadi korban, terutama jika menderita penyakit tertentu yang diakibatkan oleh banjir.
3. Update informasi
Siapkan alat komunikasi yang bisa dibawa kemanapun saat keadaan darutat. Tak ada salahnya membeli walkie talkie di rumah agar dapat selalu update perkembangan bencana lewat saluran penyelamat banjir.
4. Ikuti saran dari pemerintah setempat dan para relawan banjir
Saat banjir terjadi, pemerintah akan membuat tempat pengungsian untuk warga. Selain itu, akan ada tim evakuasi dari lembaga pemerintah dan berbagai lembaga yang akan menunjukkan kemana dan apa yang harus dilakukan saat hamil.
Minta anak untuk mengerti bagaimana cara mereka bertugas dan harus bersikap bagaimana saat berada di tempat pengungsian lainnya. Jangan sampai, anak ribut minta gadget dan peralatan elektronik lainnya di saat listrik padam.
BACA JUGA : Cara Memblokir Video Porno di Youtube dan Playstore di Gadget Anak
Makanan yang ada di tempat pengungsian pun biasanya juga bukan makanan yang diinginkan oleh anak. Katakan padanya bahwa kondisi tersebut hanya sementara saja sampai banjir kembali surut dan kembali ke rumah masing-masing.
5. Prinsip sederhana air
Ajari anak prinsip sederhana air. Bahwa air akan melintasi daratan yang lebih rendah. Hal tersebut bisa diterapkan saat banjir agar mereka memahami bahwa mereka harus berada di tempat ketinggian agar dapat terhindar dari kejaran air.
6. Hindari air kotor
Katakan pada anak-anak bahwa banjir juga mengandung bakteri, virus, dan berbagai penyakit yang berbahaya di tubuh manusia. Selain itu, menghindari air itu perlu agar tidak terkena setruman listrik dari sumber elektronik di sekitar rumah.
Anda juga bisa melakukan simulasi terlebih dahulu sambil mempelajari ilmu sains bahwa air dapat menghantarkan listrik. Hal ini juga bisa diterapkan dalam kegiatan sehari-hari untuk tidak menyentuh listrik saat tangan sedang basah.
7. Ajari kebersihan
Jika memungkinkan akses pada air bersih, maka ajak anak untuk selalu mencuci tangan terutama sebelum makan. Jangan lupa untuk mandi. Jika hal itu tidak memungkinkan, selalu sediakan cairan antiseptik pembersih tangan padanya.
Meminta anak untuk tidak bermain di air banjir memang sulit. Tapi setidaknya Anda sudah menjelaskan dengan benar dari sisi kesehatan akibat dari genangan banjir yang ada di sekitar mereka. Tak akan ada usaha yang sia-sia kok, Parents.
8. Bersihkan sisa banjir
Saat banjir sudah surut dan keadaan aman, biasanya orang-orang akan kembali ke rumah masing-masing untuk mengecek keadaan. Sebelum anak menjelajahi seluruh isi rumah, cek dulu kondisi listrik dan berbagai peralatan yang lain. Jangan sampai anak justru terluka maupun sakit karena rumah belum cukup aman untuknya.
9. Batasi partisipasi anak untuk bersihkan rumah paska banjir
Sebagai orangtua, tanggung jawab untuk menyediakan rumah aman dan kesehatan anak ada di pundak Anda sepenuhnya. Maka, sebisa mungkin, jangan libatkan anak yang masih kecil dalam kegiatan bersih-bersih rumah.
Rumah yang terkena banjir akan jadi sumber berbagai penyakit. Belum tentu, daya tahan tubuh anak Anda akan sekuat orangtuanya. Sehingga usahakan untuk mengajak anak ke rumah saat keadaan sudah benar-benar bersih.
10. Bersihkan mainan
Ini adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan para orangtua. Anak pasti akan menyentuh mainannya. Sebelum ia memainkan mainan kesayangannya yang terdampak banjir, pastikan bahwa mainan tersebut sudah bersih.
Ingin dibantu saat beres-beres saat banjir memang wajar. Namun, sebagai orangtua, ada baiknya untuk lebih mengutamakan kebersihan dan kesehatan anak.
Jika di televisi banyak anak yang terlihat bermain dengan air banjir dan tampak gembira dengan keadaan tersebut, perlu dipahami bahwa daya tahan tubuh tiap anak akan berbeda satu dengan yang lainnya. Sehingga kondisi yang akan dialami juga pastinya berbeda.
BACA JUGA : iFind Project: Teknologi yang Perlihatkan Gerakan Janin Lebih Detail dari USG [Video]
Anak yang terbiasa dengan banjir akan memiliki resistensi terhadap suasana banjir dibandingkan anak yang belum pernah mengalami hal itu sebelumnya. Apalagi, arus banjir satu tempat dengan tempat lainnya juga berbeda. Tubuh anak yang masih ringan bisa terseret banjir jika ia dibiarkan bermain, ajari anak tentang prinsip sains seputar arus air juga akan berguna untuk keselamatan dirinya.
Semoga tips aman saat banjir ini bermanfaat, tetap aman dan waspada selama banjir ya, Parents.
(theasianparent.com)
Sabtu, 18 Februari 2017
Bunda..Dekaplah Bayi Anda dengan Gaya Kanguru, Ini Loh Manfaatnya
Memeluk bayi prematur dengan kangaroo style bisa membantu mereka dikemudian hari
Memeluk bayi kecil dan prematur dengan gaya yang dikenal sebagai kangaroo mother care membantu mereka dikemudian hari.
Peneliti menemukan bahwa bayi prematur yang melakukan kontak skin-to-skin dengan ibu mereka dan menyusui akan memiliki masalah sosial yang lebih sedikit saat mereka beranjak dewasa.
Mereka juga jauh lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal di usia muda.
Ini sebuah temuan meyakinkan bagi orang tua yang mungkin khawatir bahwa bayi kecil dan prematur mereka akan jauh lebih aman berada dalam inkubator daripada berada di pelukan mereka. Laporan ini diterbitkan dalam jurnal Pediatrics.
Kangaroo mother care pertama kali dijelaskan tim peneliti di Kolombia dan mereka mengatakan bahwa perawatan tersebut aman dilakukan.
"Efek dari kangaroo mother care terlihat pada IQ dan lingkungan anak setelah 20 tahun kemudian," kata peneliti, Dr. Nathalie Charpak, seperti dilansir laman NBC, Senin (16/1).
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, 20 juta bayi lahir dengan berat rendah setiap tahun di seluruh dunia
Bayi kecil prematur ini beresiko tinggi sekarat, mengembangkan cerebral palsy atau memiliki ketidakmampuan belajar dan mereka lebih rentan terhadap berbagai penyakit.
Perawatan berteknologi tinggi bisa membantu, namun WHO mempromosikan pendekatan side by side antara teknologi sederhana bersama dengan perawatan medis modern.
Kangaroo mother care adalah perawatan bayi prematur yang dilakukan dari kulit-ke-kulit dengan ibu.
Ini adalah metode yang mudah digunakan dan ampuh untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bayi yang lahir prematur. (jppn)
Jumat, 17 Februari 2017
WOW. Gak pernah Lebih 10 Detik ! Cara Dokter Ini Menenangkan Bayi Yang Menangis Bikin Kagum.
Satu lagi video viral yang berhasil membuat decak kagum banyak netizen. Dalam video tersebut terlihat seorang dokter yang berhasil menenangkan begitu banyak bayi yang menangis dengan trik sederhana.
Bayi-bayi yang menangis tersebut kembali tenang saat ia mulai menggendongkan. Tidak pernah lebih dari 10 detik isak tangis sang bayi langsung reda seketikan.
Aksi dokter ini lantas mendapatkan decak kagum dari orang tua bayi dan orang-orang yang hadir dalam ruangan tersebut.
Video yang diunggah di facebook oleh akun អ៊ាង សុផល្លែត Sophalleth tanggal 12 februari ini telah ditonton sebanyak 2.688.431 dan dibagikan sebanyak 5.287 kali.
Teknik menenangkan bayi ini bisa menjadi tips bagi orang tua yang terkadang kesulitan menenangkan bayinya yang sedang rewel. Layak anda coba.
berikut videonya :
iFind Project: Teknologi yang Perlihatkan Gerakan Janin Lebih Detail dari USG [Video]
Selama ini, para ibu yang hamil 20 minggu biasa menggunakan teknologi ultrasound (USG) untuk melihat pergerakan janin. Namun, kini ada teknologi terbaru yang mampu perlihatkan tampilan lebih detail dalam gerak dan tampilan janin bernama iFind Project.
Lewat teknologi pemindaian ini, orangtua juga bisa mendeteksi adanya kelainan pada janin sehingga mereka bisa membuat keputusan saat terjadi kondisi tertentu di kandungan. Menurut Dr David Lloyd, teknologi ultrasound yang selama ini populer digunakan para ibu hamil hanya bisa mendeteksi separuh dari semua jumlah bayi yang mengalami cacat bawaan.
Alasan utama mengapa mendapatkan gambar 3D berkualitas tinggi masih sulit dilakukan adalah, karena teknologi USG saat ini hanya memiliki probe tunggal. Sonographer hanya memiliki satu tangan untuk memegang probe, sementara tangan yang lain mengatur tombol yang terdapat pada alat USG.
iFind Project berharap untuk memperbaiki kekurangan pada teknologi tersebut. Laman Mom.me menyebut, proyek senilai 10 juta dolar Amerika ini didanai oleh Wellcome Trust serta Teknik dan Ilmu Pengetahuan Alam Research Council.
Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan sistem robot, sehingga tidak diperlukan lagi tenaga manusia untuk memegang probe. Teknologi ini memiliki beberapa probe ultrasound, yang bergerak di sekitar bagian atas rahim ibu demi mendapatkan gambar yang terbaik.
Sistem baru iFind Project juga secara otomatis mengoreksi gerakan janin secara mendetail agar gambar yang ditampakkan bisa lebih jelas. Bagian tubuh yang bisa dilihat dengan teknologi iFind ini menyangkut bagian luar tulang, otot, dan bahkan lemak.
Melihat bagian-bagian tubuh janin secara rinci dengan dengan teknik ultrasound memang bukan hal yang mudah. Namun iFind Project menggunakan teknologi MRI, yang memanfaatkan gelombang medan radio magnet yang kuat dan aman untuk kehamilan. Itulah yang membuat penampakan janin jadi lebih jelas.
Tim iFind Project yang berbasis di London terdiri dari para peneliti dan dokter gabungan yang selama ini ahli di bidang teknik USG, MRI dan komputasi untuk menciptakan gambar janin berusia 20 minggu yang paling rinci.
Mereka bahkan membuat video berdurasi 24 detik yang berasal dari salah satu percobaan mereka dan memberikannya kepada laman Channel Mum untuk berbagi dengan ibu hamil di seluruh dunia.
Di dalam video ini terlihat adanya janin berusia 20 minggu dari seorang ibu yang tidak disebutkan namanya. Dalam video ini, bahkan Anda bisa melihat tali pusar, putaran kepala, dan bahkan kaki bayi yang sedang menendang ibunya. (id.theasianparent.com)
Minggu, 12 Februari 2017
Cara Memblokir Video Porno di Youtube dan Playstore di Gadget Anak
Di zaman yang serba canggih ini, kita tidak bisa lepas dari gadget (smartphone). Anak kita pun ikut-ikutan. Dengan adanya smartphone informasi di seluruh dunia, berada dalam genggaman tangan. Itu efek positifnya.
Efek negatifnya sangat berbahaya. Salah satunya adalaha masalah pornografi. Salah ketik dan salah klik anak bisa 'tersesat'. Pornografi merusak otak anak. Lantas, bagaimana cara memblokir konten porno di youtube pada gadget android anak?
Karena kadang tampilan video porno suka muncul sendiri di youtube, dan bisa saja tanpa sengaja anak-anak melihatnya. Ini dia cara memblokir konten porno di youtube android:
1. Buka youtube
2. Pilih tiga titik di pojok kanan atas
3. Pilih setting/setelan, lalu pilih umum/general
4. Pilih atau aktifkan restricted mode/mode terbatas
5. Selesai. Restricted mode akan memfilter video yangg memiliki konten tidak layak bagi anak maupun dewasa
Selain di youtube, sebaiknya dilakukan filter juga untuk Play Store android supaya anak-anak tidak menginstal aplikasi/game yang tidak baik sesuai umurnya. Untuk memblokir konten porno di play store ini caranya:
1. Cari menu Settings/setelan di Play Store.
2. Lalu pilih submenu Kontrol Pengguna
3. Pilih Kontrol Orang Tua
4. Untuk mengaktifkannya masukan PIN 4 digit
5. Lalu geser tombol "On" ke posisi kanan
6. Lalu "Set content restrictions for this device/setel pembatasan konten perangkat ini"
7. Masukan kembali PIN yang tadi Anda masukan
8. Pilih rating sesuai usia anak Anda (misalnya rating 12+)
9. Selesai
Segera lakukan di gadget anak, karena pornografi sangat berbahaya bagi anak kita. Mohon bantu sebarkan artikel ini. Semoga bermanfaat.
Langganan:
Postingan (Atom)





